Rabu, 22 Februari 2012

BIAYA MODAL DAN STRUKTUR MODAL MNC


Definisi  Biaya Modal
            Hanafi (2003:338) Biaya Modal ialah tingkat keuntungan minimal yang harus diperoleh oleh suatu investasi agar nilai perusahaan tidak turun.  Istilah biaya modal sering digunakan yang dapat dipertukarkan dengan tingkat pengembalian yang diiginkan  perusahaan, tingkat batas investasi baru, Tingkat diskonto untuk mengevaluasi suatu perusahaan baru, dan biaya peluang pendanaan perusahaan.  Istilah apapun yang digunakan, konsep dasarnya sama.  biaya modal merupakan tingkat yang harus didapat pada sebuah proyek investasi baru jika proyek tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan nilai investasi pemegang saham biasa.  Biaya modal juga merupakan dasar yang sesuai untuk mengevaluasi kinerja periodic sebuah divisi bahkan seluruh perusahaan.  
Keown (2010:4) mengatakan:
            Biaya modal keseluruhan perusahaan mencerminkan kombinasi biaya dari seluruh sumber pendanaan yang digunakan perusahaan.  Maka disebut biaya modal keseluruhan ini sebagai  biaya modal rata-rata tertimbang (weighted average cost of capital) merupakan rata-rata biaya setelah pajak dari masing-masing sumber modal yang digunakan oleh perusahaan untuk mendanai suatu proyek.  Bobot mereka mencerminkan proporsi dari total pendanaan yang digalang bagi masing-masing sumber.
           
             Akibatnya, biaya modal rata-rata tertimbang merupakan tingkat pengembalian yang harus didapatkan perusahaan atas investasinya supaya dapat mengkompensasi kreditor maupun pemegang sahamnya menurut tingkat pengembalian yang mereka harapkan. 
Rumusnya:
                        Kw=ws.ks + wd.kd + wp.kp

Menghitung Biaya Modal Individual
            Biaya modal individual terdiri dari biaya modal hutang, biaya modal preferen, biaya modal atas ekuitas saham biasa.
Biaya modal hutang
Tingkat pengembalian yang diharapkan investor atas hutang merupakan pengembalian yang dituntut oleh kreditor ketika mereka meminjamkan uang kepada perusahaan.
Pd =
              
Biaya modal saham preferen
            Menentukan biaya saham preferen adalah sangat sederhana karena kesederhanaan arus kas yang dibayarkan kepada pemegang saham preferen.
Rumusnya:
 =
 
            Selain itu untuk menghitung biaya saham preferen kita harus menyesuaikan tingkat pengembalian yang diinginkan agar mencerminkan biaya-biaya pengambangan ini.
Biaya atas ekuitas saham biasa
            Ekuitas saham biasa merupakan hal yang unik karena relative lebih sulit dihitung atau diestimasi dimana melibatkan opportunity cost investor yang tidak mudah diobservasi.  Ada 2 pendekatan yang dapat dipakai untuk menaksir biaya modal saham biasa, yaitu:
1.      Pendekatan pertumbuhan
Pendekatan ini berangkat dari analisa present value aliran kas perusahaan sebagai penentu nilai suatu saham.  Jika aliran kas konstan setiap periode maka penilaian saham akan sama dengan penilaian saham preferen.  Jika perusahaan menghasilkan kas yang semakin besar maka pemegang saham mempunyai hak untuk berpartisipasi menikmati kenaikan aliran kas tersebut.
Rumusnya:
2.      Pendekatan CAPM
Dimana dalam pendekatan ini mengansumsikan hubungan positif antara resiko sistematis dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan.  Model ini secara intuitif lebih menarik dari pada model sebelumnya karena secara eksplisit menghubungkan resiko dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan.
Rumusnya:  
Model CAPM juga bisa di interpretasikan sebagai tingkat keuntungan yang disyaratkan sebagai suatu asset adalah tingkat keuntungan bebas resiko plus premi resiko.
Rumusnya:  
Tingkat Keuntungan Yang Disyaratkan Untuk Proyek Luar Negeri
1.      CAPM untuk investasi luar negeri
  CAPM mengatakan resiko sistematis adalah resiko yang relevan, yang perlu dihargai dalam penentuan tingkat keuntungan yang disyaratkan.  Dari sudut pandang investasi total, investasi luar negeri cenderung mempunyai resiko yang lebih besar dibandingkan dengna investasi domestic, dimana investasi luar negeri melibatkan resiko politik dan resiko perubahan kurs yang tidak dijumpai dalam investasi domestik. 
Tingkat ketergantungan investasi luar negeri dan dalam negeri terhadap factor bersama dunia akan menentukan diversivikasi bisa efektif mengurangi resiko tidak sistematis dimana derajat diversivikasi ditentukan oleh karakteristik permintaan produk. Dari hal diatas dapat diasumsikan bahwa diversifikasi oleh perusahaan multi nasional  dalam melakukan investasi luar negeri, memberikan manfaat yang tidak bisa diperoleh oleh investor yang melakukan diversifikasi pada tingkat personal.
2.      Menghitung beta
Beta atau resiko sistematis perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan  antara lain dengan market modal seperti berikut:
Rumus:   
Jika mempunyai data historis, analisis regresi dapat digunakan dan kita akan dapat memperoleh koefisien regrewsi Bi yang kemudian menjadi indicator beta (resiko sistematis) perusahaan. Koefisien regresi Bi tersebut pada dasarnya dihitung dengan formula:
Rumus:    

STRUKTUR MODAL
Pengertian Struktur Modal
            Struktur modal adalah campuran sumber-sunber jangka panjang yang digunakan perusahaan. Hubungan antara struktur keuangan dan modal dapat dinyatakan dalam persamaan:
                         struktur keuangan – passive lancer = struktur modal
Sasaran manajemen struktur modal adalah mencampur sumber dana permanen sedemikian rupa sehingga memaksimalkan harga saham biasa perusahaan atau sasaran ini bisa dipandang sebagai usaha mencari campuran dana yang meminimalkan biaya modal composite perusahaan. Kita bisa menyebut campuran sumber dana yang tepat sebagai struktur modal yang optimal.
            Dalam stryuktur modal MNC jelas akan beda dengan struktur modal perusahaan domestic. Dimana keuntungannya perusahaan multinasional bisa memamnfaatkan utang yang lebih banyak sehingga bisa menurunkan biaya modal. Dalam perusahaan domestic kenaikan utang akan mempercepat kebangkrutan, sedangkan pada perusahaan multinasional kenaikan utang tidak akan secepat perusahaan domestic dalam menaikkan biaya kebangkrutan.
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT UTANG YANG TINGGI
Faktor pendukung utang yang tinggi
Ketersediaan Modal : perusahaan multinasional mempunyai kases keuangan yang lebih besar ke pasar keuangan dunia. oleh karena itu, kesempatan mendapatkan dana akan lebih murah serta biaya modal akan lebih rendah dan nilai perusahaan akan menignkat
Pengurangan Resiko melalui Difersifikasi : dimana perusahaan multinasional beroperasi di beberapa Negara sekaligus. Kondisi perekonomian Negara yang dicakup oleh perusahaan tersebut cenderung mempunyai korelasai yang rendah, karena masing- masing mempunyai karakteristik yang unik. Dengan korelasi yang rendah tersebut wdapat memanfaatkan aliran kas untuk meningkatkan resiko dan return perusahaan. Selain itu, diversifikasi operasi dapat menurunkan fluktuasi di aliran kas
Ukuran : dimana perusahaan multinasional cenderung mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan domestic. Tanpa memperhitungkan internalisasi perusahaan hal tersebut merupakan keuntungan komparatif perusahaan multinasional. Dalam skala ekonomi operasi yang lebih efisien dapat diperoleh dengan mudah oleh perusahaan multinasional.
Asimetri Pajak : dimana perusahaan multinasional dapat memanfaatkan kebijakan pejak yang tidak seragam dimana tempat perusahaan beroperasi.

Faktor Pengahambat Utang
Resiko perubahan Kurs : yakni kondisi kurs yang selalu berfluktuasi dapat mempengaruhi perusahaan multinasional dalam melakukan aktivitasnya
Politik: perusahaan yang mempunyai cabang diluar negeri akan menghadapi resiko politik dinegara yang ditempati.  Semakin besar asset yang ditanamkan dinegara tersebut maka semakin besar pula eksposur yang dihadapi oleh perusahaan tersebut.  Resiko politik yang semakin tinggi akan tercermin dalam kenaikan biaya modal perusahaan multinasional tersebut.
Kompleksitas operasi:  perusahaan multinasional mempunyai operasi yang kompleks.  Kompleksitas operasi tersebut cenderung meningkatkan biaya dan juga meningkatkan biaya modal.
Keputusan Struktur Biaya Modal MNC
            Keputusan struktur modal MNC mencakup pemilihan pembiayaan modal atau ekuitas untuk seluruh anak perusahaan oleh karena itu struktur modal keseluruhan akan merupakan kombinasi dari seluruh struktur modal anak perusahaan.  MNC memahami adanya kompensasi antara menggunakan utang dan menggunakan ekuitas untuk membiayai operasinya keuntungan menggunakan utang disbanding dengan ekuitas akan berbeda untuk tiap karakteristik perusahaan MNC dan terkait dengan Negara dimana MNC mendirikan anak perusahaan.  Sehingga karakteristik perusahaan yang relevan untuk MNC dapat mempengaruhi struktur modalnya.         
Daftar Rujukan:
Hanafi, M.M. 2003. Manajemen Keuangan Internasional. Edisi 2003/2004. Yogyakarta: BPFE
Keown, A.J.,dkk. 2005. Prinsip dan Penerapan Manajemen Keuangan. Terjemahan Permata Putri Media. 2010. Cetakan I. Jakarta: INDEKS
Madura. 2006. Keuangan Perusahaan Internasional. Edisi 8. Jakarta: Salemba Empat


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar