Rabu, 22 Februari 2012

Manajemen Piutang


Definisi Manajemen Piutang
Piutang ialah sejumlah saldo yang akan diterima dari pelanggan akibat dari penjualan secara kredit.  Karena berbentuk penjualan kredit maka ada resiko yang tidak tertagih atau gagal bayar, maka dari itu perlu yang namanya manajemen piutang.  Manajemen piutang dimulai dengan keputusan perusahaan untuk memberikan kredit kepada pelanggan atau tidak.  Sehingga manajemen piutang diartikan…..
Akumulasi Piutang
Total jumlah piutang yang belum tertagih pada setiap waktu akan ditentukan oleh dua factor, diantaranya:
1.      Volume penjualan kredit
2.      Rata-rata waktu yang dibutuhkan antara penjualan dan penerimaan.
Komponen Kebijakan Kredit (Piutang)
Apabila perusahaan sudah memutuskan untuk memberikan kredit maka harus menetapkan prosedur-prosedur untuk menjalankan kredit dan mengumpulkan atau menagih piutang perusahaan.  Komponen kebijakan kredit meliputi:
a.      Term Of Sale
Jenis penjualan yang menyangkut keputusan penjualan barang dan jasa secara tunai atau kredit.  Jika keputusannya menjual secara kredit maka penjualan ini menyangkut beberapa hari periode kredit, potongan penjualan, dan tipe instrumen kredit.  Adapun elemen dari  term of sale adalah:
1)      Periode Kredit
Periode kredit adalah berapa lama suatu kredit diberikan kepada pelanggan.  Periode kredit bervariasi antara industry yang satu dengan yang lainnya, dan biasanya periode kredit antara 30-120 hari.  Jika ada kebijakan diskon maka periode kredit memiliki dua komponen yaitu periode kredit bersih dan periode diskon.  Periode kredit adalah berapa lama pelanggan harus melunasi kreditnya, sedangkan periode diskon adalah waktu dimana masih berada dalam rentang waktu pemberian diskon.  Adapun waktu yang mempengaruhi periode kredit seperti:
a)      Perishability and collateral value
Yaitu daya tahan barang akan lebih cepat perputarannya dan secara relative memiliki nilai kolateral rendah.
b)      Permintaan konsumen
ketika permintaan rendah maka periode kredit akan diberikan dalam waktu yang lama
c)      Biaya, profitabilitas
d)     secara relative barang murah cenderung memiliki periode kredit yang lebih pendek dan untuk barang-barang yang terstandarisasi seperti mobil tingkat markup rendah sehingga periode kredit relative pendek.
e)      Resiko kredit
f)       Persaingan
2)      Potongan Penjualan (Cash Discount)
Pemberian potongan tunai ini sering diberikan dalam penjualan, dalam hal ini potongan tunai diberikan bagi pelanggan selama proses pembayaran kredit sesuai termin yang disepakati.  Hal ini akan mengurangi jumlah uang yang harus dibayarkan kepada perusahaan oleh peminjam.  Jika potongan diberikan dan peminjam membayar kredit dalam rentang potongan ditentukan maka diperoleh potongan tunai.
3)      Instrumen Kredit
Instrumen kredit merupakan alat yang harus diberikan perusahaan dan pelanggan.  Biasanya kredit perdagangan ditawarkan secara terbuka dan hanya instrumen resmi seperti invoice penjualan yang dikirimkan bersamaan dengan barang dan pelanggan menganggap sebagai bukti bahwa barang telah diterima.  Setelah itu perusahaan dan pelanggan saling menukar buku rekening mereka.

b.      Credit Analysis
Perusahaan menentukan berapa besar usaha untuk mengelola kredit dengan berusaha membedakan pelanggan yang mampu membayar kredit dan pelanggan yang tidak mampu membayar.  Biasanya sebelum memberikan kredit ada prosedur untuk menilai kelayakan pelanggan dan disebut melakukan analisis kredit.  Dalam melakukan evaluasi kredit maka ada lima factor yang harus dipertimbangkan,yaitu:
1)      Revenue effect
Jika perusahaan menawarkan kredit maka akan membutuhkan waktu dalam menerima pelunasan kredit tersebut.  Perusahaan mampu menetapkan harga tinggi jika menjual secara kredit dan juga dapat meningkatkan volume penjualannya, sehingga total pendapatannya akan meningkat.
2)      Cost effect
Meskipun perusahaan mengalami penundaan pendapatan jika menjual secara kredit namun perusahaan juga menanggung biaya jika menjual tunai.
3)      The cost of debt
Ketika perusahaan menjual secara kredit harus membuat laporan keuangan dari pendapatan piutang .  sehingga akibat pemberian kredit oleh perusahaan menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian kredit.
4)      The probability of nonpayment
Pada saat memberikan kredit maka pasti ada sekian persen yang tidak tertagih, ini tidak akan menjadi penjualan tunai.
5)      The cash discount
Jika ditawarkan potongan dalam pembayaran kredit maka pelanggan akan membayar lebih awal agar dapat potongan.

Evaluasi Kredit
Untuk mengevaluasi kredit yang akan diluncurkan dapat menggunakan lima C, yaitu:
Character:  sifat atau karakter pelanggan yang akan diberi kredit
Capacity :  kemampuan pelanggan untuk membayar kredit
Capital:  ketersediaan keuangan oleh pelanggan
Collateral:  tersedianya aset untuk jaminan
Contions:  kondisi umum perekonomian sesuai lini bisnis pelanggan

c.       Collection Policy (Kebijakan Pengumpulan Piutang)
Kebijakan pengumpulan piutang merupakan elemen terakhir dari kebijakan kredit.  Setelah kredit diberikan perusahaan memiliki masalah potensial dalam mengumpulkan piutang sehingga perusahaan harus menetapkan kebijakan pengumpulan piutang agar dapat memonitor piutang perusahaan.  Adapun caranya adalah dengan:
1)      Days Outstanding (Jumlah Hari Piutang Tidak Tertagih)
Jumlah hari piutang tidak tertagih mengukur waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk menerima uang tunai dari suatu penjualan kredit.  Rumus DSO adalah sebagai berikut:
2)      Aging Schedule
3)      Aging schedule adalah memecah piutang dengan dasar usia pinjamannya.  Sehingga periode pengumpulan piutang menjadi lebih cepat.  Baik DSO dan Aging Schedule dapat memberikan indikasi yang kurang tepat jika penjualan bersifat musiman atau siklikal.  Jika penjualan naik atau turun secara otomatis DSO dan Aging Schedule akan terpengaruh mesti pola pembayaran kredit tidak berubah.
4)      Pola Pembayaran Piutang
Cara ini dapat digunakan untuk memonitor pola pembayaran piutang sehingga dapat diketahui piutang yang sudah tertagih dan belum tertagih.  Berdasarkan pola pembayaran piutang ini maka kita dapat memonitor piutang yang sudah dan belum tertagih.  Hal ini dapat membantu memperkecil adanya kredit macet karena semua dapat diantisipasi melalui pola yang ada.
Daftar Rujukan:
Ambarwati, Sri Dwi Ari. 2010. Manajemen Keuangan Lanjut. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu





































KEBIJAKAN MANAJEMEN PIUTANG

Standar Kredit
Standar kredit adalah salah satu criteria yang dipake perusahaan untuk menyeleksi para langganan yang akan diberi kredit dan berapa jumlah yang harus diberikan.  Hal ini menyengkut kebiasaan langganan dalam membayar kembali, kemungkinan pelanggan tidak membayar kredityang diberikan, dan rata-rata jangka waktu pembayaran para langganan.  Jangka waktu pengumpulan piutang adalah jangka waktu dari saat terjadinya piutang sampai dengan pembayaran kembali piutang tersebut.  Semakin lama jangka waktu pengumpulan piutang berarti semakin besar investasi pada piutang dan biaya yang timbul juga semakin besar.  Selain itu, kenaikan investasi pada piutang, kenaikan piutang juga menimbulkan kenaikan piutang yang tak tertagih, atau bed-debt.  Perusahaan dapat memperkirakan bed-debt dengan memperhatikan kebiasaan pada masa lampau.

Persyaratan Kredit
Persyaratan kredit atau credit term adalah merupakan kondisi yang disyaratkan untuk pembayaran kembali piutang dari para langganan.  Kondisi tersebut meliputi lama waktu pemberian kredit, potongan tunai, dan persyaratan khusus lainnya seperti seasonal dating.  Contoh persyaratan kredit, n/30 berarti bahwa langganan mempunyai tenggang waktu maksimal 30 hari untuk membayar kembali utangnya kepada perusahaan tanpa potongan.  Persyaratan kredit juga dapat mempengaruhi tingkat penjualan dengan demikian perusahaan perlu mempertimbangkan apakah sebaiknya memperpanjang periode pemberian kredit atau tidak.  Untuk itu, perlu juga diperhatikan para pesaingnya.  Apabila pesaing juga memperpanjang periode pembayaran kembali, itu berarti ada besar kemungkinan setiap perusahaan hanya akan mencapai tingkat penjualan yang sama.   Disamping itu, sering kali perusahaan juga memberikan potongan tunai untuk meningkatkan penjualannya.  Potongan tunai itu diberikan kepada langganan apabila membayar kembali dalam periode tertentu, seperti 2/10, n/30.  Potongan tunai diberikan agar mempercepat pengumpulan piutang, dengan demikian akan memperkecil biaya yang terjadi adanya piutang tersebut.  Tentu saja dengan asumsi bahwa dengan pemberian potongan tunai itu akan meningkatkan penjualan tetapi bed-debt tidak berubah.

Kebijakan Kredit dan Pengumpulan Piutang.
Kebijakan kredit dan pengumpulan piutang mencakupbeberapa keputusan, antara lain:(1) kualitas account accepted, (2) periode kredit, (3) potongan tunai, (4) persyaratan khusus, (5) tingkat pengeluaran untuk pengumpulan piutang.  Usaha pengumpulan piutang dapat dilakukan dengan cara pengiriman surat, telepon, melalui agen, atau cara lains eperti penundaan pengiriman baru sampai pembayaran piutang sebelumnya.  Usaha pengumpulan piutang yang terlalu aggressive juga harus dihindarkan karena akan mengurangi penjualan dimasa mendatang dan keuntungan, langganan akan pindah ke pesaing perusahaan yang lebih mudah.  Pada saat perusahaan akan menentukan usaha yang mana yang akan dijalankan juga harus memperhatikan dana yang tersedia untuk pengumpulan piutang itu.

Evaluasi Terhadap Para Langganan
Perusahaan yang telah menjalaankan kebijakan kredit dan pengumpulan piutang, dapat melakukan evaluasi calon langganan yang baru dengan mendasarkan diri pada cara-cara yang telah digunakan.  Secara umum terdapat beberapa langkah dalam evaluasi calon langganan, antara lain:
Mengumpulkan informasi yang relevan tentang calon pelanggan.
Menganalisa kondisi calon pelanggan atas dasar informasi yang diperoleh.
Mengambil keputusan apakah calon pelanggan akan diberikan kredit atau tidak, dan berapa jumlahnya.
Analisa pemberian kredit itu tentunya dengan memperhatikan kendala waktu dan biaya.  Tidak jarang perusahaan memiliki sedikit waktu untuk memutuskan pemberian kredit.  Jangka waktu yang panjang dalam mengevaluasi pelanggan juga dapat mengakibatkan perusahaan pelanggan yang potensial.  Proses evaluasi juga dibatasi oleh dana yang tersedia. Karena dana yang tersedia terlalu kecil bisa jadi perusahaan akan kesulitan melakukan evaluasi sehingga kehilangan calon pelanggan yang sangat potensial.

Daftar rujukan:
Sartono, Agus. 1997. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar